Megachile pluto, Lebah Terbesar di Dunia yang berasal dari Indonesia

Megachile Pluto adalah lebah yang sangat besar yang terdapat di Indonesia (lebah yang menggunakan resin untuk membuat kompartemen di sarangnya). betinanya dapat sebesar 39 mm (1,5 “) dengan panjang lebar sayap sebesar 63 mm (2,5″), Megachile Pluto dianggap sebagai lebah terbesar di dunia, dan disebut juga sebagai Wallace’s Giant Bee. sedangkan pejantannya hanya tumbuh sekitar 23 mm (0,9 “).

Megachile Pluto pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1859 oleh naturalis Alfred Russel Wallace. Ini dianggap punah sampai ditemukan kembali pada tahun 1981 oleh Adam C. Messer, seorang entomologi Amerika, yang menemukan enam sarang di pulau Bacan dan pulau-pulau terdekat lainnya.

Megachile Pluto membangun sarang mereka di dalam sarang rayap aktif, yang menjelaskan mengapa penduduk pulau bahkan tidak mengetahui keberadaan lebah tersebut.

letak persebaran lebah tersebut

Foto diatas sekiranya mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan seksual kanibalisme. Jantan dan betina bertemu, lalu kawin (mating) dan kemudian sang betina memangsa sang penjantan.

Ilmiahnya seksual kanibalisme itu suatu proses makan memakan yang dilakukan oleh sang betina, dimana betina tersebut memangsa pasangan kawinnya pada saat sebelum, selama dan setelah kopulasi (mating/kawin). Sadis bener….

Seksual kanibalisme ini hanya terjadi di dunia spider (laba-laba) dan dunia mantid (walang sembah). Ada 2 penyebab terjadinya seksual kanibalisme..Pertama keterbatasan mangsa di alam, sehingga betina mantid ato spider menjadikan pasangan kawinnya sebagai mangsa. Akan tetapi bukan berarti ketika si betina nemu pejantan, maka dia langsung memutuskan    ” Nah jantan yang ini nih yang akan kumangsa”, ga sesederhana itu. Beberapa faktor yang mempengaruhi betina mantid ato spider memilih jantan untuk dimangsa adalah ukuran pejantan, kualitas pejantan, kelimpahan pejantan, tingkat kelaparan, dan status perkawinan betina. Tuh, walang aja pilih-pilih ya…apalagi manusia…

Penyebab kedua, adalah kerelaan di jantan dimangsa oleh sang betina, karena dengan mengkonsumsi dirinya selama mating/kawin, fekunditas dan fertilitas telur yang akan dihasilkan juga semakin baik, jumlah telur yang akan dihasilkan juga semakin banyak, dan jumlah progeny/keturunan yang akan dihasilkan juga meningkat. Bisa disebut trade-off kali ya.  (Pejantan mantid memang calon bapak yang penuh pengorbanan, anaknya belum lahir aja, udah rela mati).

Metamorfosis jalan panjang berliku sakit pedih berdarah yang harus dilakukan oleh serangga.., adalah bagian terpenting dari jalan hidupnya. Pada sebagiannya, adalah proses menuju ke KESEMPURNAAN.

Metamorfosis adalah proses ganti kulit, ganti ukur dan ganti wujud. Ada dua bentuk umum metamorfosis. ., HOLOMETABOLA dan PAUROMETABOLA. Holometabola adalah metamorfosis sempurna, yang proses menuju dewasa melibatkan ketiga unsur ganti diatas, ganti kulit, ganti ujud dan ganti ukur. Contohnya, pada kupu-kupu, jalan hidupnya harus dilalui dari telur, ulat,kepompong dan akhirnya berakhir pada kupu-kupu cantik dewasa. Sedang, paurometabola adalah metamorfosis setengah sempurna, yang proses menuju dewasa hanya melibatkan unsur ganti kulit dan ganti ukur. Contohnya, Jangkrik…, dari telur, ke jangkrik muda yang bentuknya hampir mirip dengan jangkrik tua dan.., akhirnya menjadi jangkrik tua.

Unsur ganti kulit pada Metamorfosis adalah ada, karena serangga mempunyai kulit yang sangat keras, yang juga merupakan tulang pembentuk tubuhnya (EKSOSKELETON) . Kitin.., adalah zat penyusunya. Ketidak-elastisan Kitin.., memaksa serangga untuk harus mengganti “bajunya” ketika tubuhnya melar membesar. Makan.., dikumpulkan sebagai cadangan energi.., ketika cukup banyak dan tubuh mulai gerah karena kesempitan ukuran kulit luarnya…, otak merangsang seluruh sistem hormon di tubuhnya untuk berproses. Cepat, Rapi dan sistematis. Setiap ganti kulit…, adalah proses ruit yang melibatkan 40an jenis hormon dengan disekresikan dalam jumlah yang harus sangat seimbang. Sangat seimbang!!!. Sepersekian juta mili beda, adalah sebuah kegagalan yang berujung kematian.

Ketika kulit lama tertanggal.. , serangga memompa tubuhnya, membesar pada ukuran yang bisa memberi ruang pada energi2 yang nanti terkumpul, dan kemudian mengeraskan kembali kulit luarnya.  Berulang!!!.

Metamorfosis Kupu-kuu adalah jalan hidup menuju kesempurnaan. Hanya sekejap berbentuk telur.., berubah menjadi ULAT yang muda, rakus, serakah dan kejam. Pada fase ini, hidup kupu-kupu adalah dosa, menghabiskan semua dedaunan, atau bahkan batang-batang pohon., atau juga memakan sesamanya. Ulat.., sebagian besar menganut paham kanibalisme, siapa kuat berhak memakan temannya yang lebih kecil dan fragile. Ulat.., fase hidup berlumur dosa pada kupu-kupu, bagusnya, adalah fase hidup yang paling singkat. Sangat singkat…, mungkin dua, emat, delapan atau sepuluh hari, tidak lebih.

Sampai pada suatu masa…, Ulat sadar, bahwa kehidupan harus berubah. Kesadaran ini biasanya ditandai dengan kelesuan niatan untuk memakan. Beranjak beringsut pelan, mencari bagian ranting pijakan, untuk kemudian berkepompong bersemedi diam. KEPOMPONG.., adalah proses introspeksi diri, mengasingkan dari keidupan indah dunia, berdiam, tidak memakan dan meminum, dan melakukan laku prihatin. Juga.., KEPOMPONG adalah bentuk sebuah ujud penyembahan makluk terhadap Rabb-nya. Even.., hanya pada sebuah kupu-kupu. Kalau kita perhatikan benar, hampir semua kepompong yang menggantung, kepala-nya selalu pada bagian bawah. SUJUD meluruh semua sombong, angkuh, rakus dan tamak, mengenang dosa ketika muda menjadi Ulat.  Indahnya, KEPOMPONG… , fase introspeksi dan penghambaan pada kupu-kupu, adalah fase paling puanjang dalam siklus hidupnya. Lalu.., kemana Kita?

Sampai pada suatu masa.., Rabb memberi imbal pada jalan penghambaan kupu-kupu dengan KESEMPURNAAN.

KESEMPURNAAN UJUD; bentuk kupu-kupu dewasa dengan warnanya yang hijau, kuning, merah, ungu, biru, putih dan indah. Kadang warna-warna itu bisa berubah ketika arah sinar matahari juga berubah. Karena, warna pada sayap kupu-kupu dibentuk oleh rangkain sisik-sisik yang maha kecil, dan memantul warna ketika tertimpa warna tertentu (Makanya, kupu-kupu adala termasuk keluarga LEPIDOPTERA, berasal dari kata Lepidos yang artinya sisik, dan Ptera yang artinya saya.., Serangga bersayap berlapis sisik-sisik) .

KESEMPURNAAN LAKU; kupu-kupu adalah serangga pemakan hanya madu, nutrisi berkomposisi paling sempurna, yang adalah juga salah satu minuman syurga. Terbang ke sana kemari, hinggap pada tempat bunga-bunga indah, dan mengambil madu sambil membawa benang sari dari satu bunga ke bunga yang lain.  Bahagia, mereka dengan niatan luhur membantu tumbuhan untuk berbiak, sebuah proses POLINASI.

Dan.., jalan panjang introspeksi dan pengabdian pada kupu-kupu, yang nyata2 kemudian diganjar dengan kesempurnaan Ujud dan Laku. Apakah belum cukup memberi ajar pada kita.., tentang..

Kemana rasa syukurku, yang mungkin hanya sepenggal ucap kata, pada seribu keluh kesah tertumpah ketika sekelumit coba menyapa?

Kemana sembah sujudku, yang mungkin hanya sebuah gegas gesa, pada tumpukan jurnal-jurnal yang harus dibaca ketika waktu assigment mendekat?

(Teringat.., semalem, temanku mengirim Ar-Rahmaan(Thanks mbak Anggie).  Yang sendu lirih lembut, Allah berujar, “Maka, Ni’mat yang mana lagi yang kamu dustakan?”. Berulang-ulang, 31 kali di sepanjang Ar-Rahmaan. Apakah masih kurang…, “maka, Ni’mat yang mana lagi yang kamu dustakan?”)

Salam